Hidup di Jakarta tuh rasanya kaya ngemut nano nano..
Manis, Asem, Asin!
Manis karena Jakarta adalah Kota Metropolitan yang serba ada. Jadi kalo bosen tinggal cusss.. kuliner, nge mall, belanja, atau nongkrong dijalan sambil nyelain orang (lha, kita ngga gitu kok beneran!)
Asem karena biaya hidup yang tinggi bos! Seberapapun berusaha iritnya, tetep aja tuntutan gaya hidup ngga bisa lepas dari diri ini.. bagaikan perangko nempel di amplop. *ya amploooop*
Asin nya.. ngga tau ya harus nyamainnya sama apaan hahahaha.. (eiits! ga boleh protes. kan udah dibilangin aku bukan penulis).
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Yaudahlayah, lupakan saja kalimat pembuka tidak jelas diatas.
intinya kali ini mau ngebahas kontrakan!
Jadi Mr. dan Mrs. Pramana ini dari nikah sampe detik ini masih -dengan rendah hati- tinggal di Rumah Mertua Indah.
Berhubung orang tua kami bukan tipikal yang kibas rambut dikit keluar duit macam Princess Syahrini, jadi lah kami bukan pasangan yang diberkahi dengan "rumah yang sudah disediakan orang tua" atau " mobil orang tua yang dijadiin hak milik".
atau kalau si Mister mengumpamakan; Kami harus bekerja keras, karena kami sadar.. kami tidak punya TUYUL! *hiyuuuk mareeeee*
Dengan
excitement yang terkadang berlebihan, kami seringkali saling menyemangati diri sendiri dengan;
Suami: Yang, seru kan mulai semuanya dari bawah berdua..
Istri: Iya yang, kita pasti bisa! Mama sama Papa aja dulu bisa tidur di karpet dalam kontrakan kecil
*kemudian pegangan tangan, lirik lirikan, trus suami ngasik kode. YOK AH!*
yang dimana hal diatas diulang berkali- kali tiap kali kami sedang down.
Dan saat ini, kalimat- kalimat tersebut lagi HEITSS banget diucapin sama The Pramana!
karena kami sedang mempersiapkan rumah kontrakan kami yang mungil seupil namun memancarkan harapan dan menyinari kalbu~
Mister Pramana A.K.A Paigit/ Maigit dari dulu sangat mengidamkan tinggal di area Ciganjur. Eh, alhamdulillah dapet jodoh gadis Ciganjur. Manis pula. Katakan saja, Bunga Desa Ciganjur.
Emang Jodoh ngga kemana ya neiikkk..
Tapiii itu Jodoh istri. Sampe saat ini Maigit masih berharap untuk berjodoh Rumah Ciganjur.
Berhubung kita pasangan yang masih pas- pasan (gaya nya aja yang sok punya banyak duit), beli rumah di daerah Ciganjur sangatlah berat untuk digapai. setidaknya kami harus punya 600jt- 1M *EMAAAKKK BAGI DUIIITTTTT*
sungguh.. sulit.. digapai...
KPR? tetep aja neiikk.. harga sekitar segitu harus punya simpenan buat DP nya ngga tanggung- tanggung.
Jadilah kami bersikap realistis. kami memutuskan untuk ME- NGON- TRAK.
Dengan pertimbangan 1;
- Ngga jauh dari Mamah
- Ngga jauh dari kantor Mrs. Pramana yang manis dan aduhayyy montoknya
- Sedikit banyak memenuhi khayalan Maigit
kami memutuskan untuk cari di daerah Ciganjur.
Di daerah Ciganjur memang banyak kontrakan- kontrakan bagus dan baru. Range harga 1,5 juta- 2,5 juta 1 bulan.
Bukan. Ini bukan rumah kontrakan mewah ataupun besar seperti yang kalian khayalkan.
Yang
kita bicarakan adalah kontrakan rumah petak.. atau dikeluarga kami
disebut juga dengan istilah "Rumah Tahu" karena biasanya bentuknya kotak
kotak dan berjejer kaya tempe tahu di pasar.
Tapi...
Tapii.....
Mencari Rumah Tahu dengan budget 1,5 juta per bulan itu seperti hal nya mencari jodoh.. kadang pas di hati, pas dikantong, tapi udah ada yang punya. Atau pas dihati, tapi tidak dikantong. lalu bagaimanaaaa??
Kami hampir saja menyerah.. sempat beberapa bulan berhenti mencari dan memutuskan untuk nabung lagi aja untuk bisa DP rumah.
Tapi setelah beberapa drama yang terjadi, The Pramanas merasa membutuhkan
privacy (uhuk!) dan juga sarana untuk mendidik Si Istri Semok ini untuk bisa lebih menjiwai perannya sebagai seorang Istri yang bersahajah..
Kami harus kembali berjuang mencari kontrakan.
Alhamdulillah berkat doa dan usaha nanya sana sini, Si Om Suaminya Tante (ini apa sik??) ngabarin kalau Bapaknya (yang juragan kontrakan) punya 1 Rumah Tahu yang kosong di daerah Andara (ngga jauh dari kantor dan rumah mama. PERPEK BGT! PAKE P!)
Dengan mata berbinar kami langsung nanya; "Harganya berapa om?"
trus Si Om Suaminya Tante (SOST) yang ntah kenapa suaranya tiba- tiba merdu bilang "900ribu sebulan"
OH EM JEEIIIII.. Is it real??
Tapi trus Si Istri Semok mencoba untuk mengendalikan buncahan emosional dan berfikir logis, seperti apakah bentuk kontrakan dengan harga sedemikian mureh nya??
Namun dengan optimisme yang tinggi, sore itu juga kami berkunjung kerumah SOST dan ngeliat kontrakannya..
ternyata eh ternyata.. ih wow bangeeett.. tepat seperti Rumah Tahu yang kami bayangkan.. KO TAK! YES!
dengan anggukan kecil yang berwibawa, kami memutuskan bahwa.. inilah..jodoh..kami.. (sementara ini).
Jadi sekarang The Pramana sedang excited mau ngisi- ngisi Rumah Tahu Indah..
Sudah pesen beberapa furniture tapi belom lunas dan masih banyak lagi yang harus dibeli hahaha.. UCHIIING AKU CARIK DUITNYA KAKAKKK..
Doakan kami ya semoga dilancarkan Rezekinya, dapet duit segepok gepok biar bisa beli ini itu, jadi bulan September awal sudah bisa menempati Rumah Tahu Indah. Amiiin..
PS: kalo ada yang tertarik hadiahin TV, Kulkas, AC, Lemari, mesin cuci.. boleh banget lho kakak! *ya kan kalo ada aja, siapa tau ada*
Keep smileeeeee *goyang dikit joss!*
Love,
The Pramana